Laman

Senin, 22 Oktober 2012

Panggelong, si Manis yang Pemalu

Sobat… ku mulai kisahku disini, di desa kecil bernama Sipirok, Tapanuli Selatan-Sumatera Utara. Sejak kecil aku cinta dengan hari kamis, hari yang paling kutunggu-tunggu dan hari yang paling menyenangkan bagiku. Mmmm, mau tau kenapa???  Cekidot…..

Karena hari kamis adalah hari pekan (pasar) di kampungku, simple sekali bukan alasan yang membuatku falling in love dengan hari kamis, eitsss….. tapi tunggu dulu, hari kamis merupakan hari pekan s-a-t-u  s-a-t-u-nya dalam seminggu atau dalam bahasa bataknya ari poken. Jadi, hanya dihari itu kudapati ratusan orang dari berbagai desa datang berduyun-duyun menjajakan hasil ladangnya masing-masing dan hanya dihari ini juga bisa kutemui kue khas Sipirok, tak lain dan tak bukan dialah “Panggelong” si manis yang pemalu, sangkin pemalunya ia hanya muncul di hari kamis, mmmm...nyammmiii, jadi rindu panggelong, sayang saat ini saya sedang merantau di ibu kota provinsi.
Panggelong takkan pernah tertinggal setiap kali Ibu pulang dari poken, ia menjadi kue wajib tidak hanya bagi kami tapi bagi mayoritas warga Sipirok. Selain hanya bisa di dapat only on Thursday, rasanya juga tidak kalah dengan kue buatan chef dan yang uniknya lagi kue ini hanya ada di Sipirok, sedikit bergeser aja dari Sipirok, kamu gak bakalan menemukannya lagi, mungkin karena si Panggelong benar-benar pemalu jadi tidak berani keluar Sipirok, hehe.
Ingin icip-icip panggelong khas Sipirok??? Jangan khawatir sobat, buat lo apa sih yang enggak, semua enggak….hehehe. Nih, tak bagikan resepnya biar sobat semua dibumi manapun berpijak bisa merasakan sensasi dari kue panggelong ini, karena dicari dimanapun bahkan om goggle juga gak tau tuh resepnya, so this is special for u.
Bahan-bahannya gampang kok, mari catat rame-rame,
·         250 gr tepung pulut
·         Satu gelas air kelapa
·         250 gr gula aren
·         Daun pandan secukupnya (untuk pewangi)
·         ¼ sendok teh garam
Cara buatnya gampang, campurkan tepung pulut, air kelapa dan garam aduk hingga benar-benar merata dan kalis, diamkan kurang lebih setengah jam, setelah itu bentuk adonan menjadi bulat pipih lalu goreng deh, setelah selesai menggoreng panaskan/cairkan gula aren dengan sedikit air dan daun pandan aduk sampai mengental, kemudian campurkan panggelong yang sudah digoreng dengan gula aren yang sudah mengental, tunggu sampai gula mengering pada panggelong dan tadaaaaa…panggelong siap disajikan.
Nah, gampang bukan???. 


Selain cara pembuatannya yang gampang, ternyata panggelong ini mengandung gizi yang cukup ok loh, karena terbuat dari tepung pulut yang kualitasnya ok punya ditambah gula aren yang benar-benar original, kebetulan salah satu desa yang berdekatan dengan Sipirok adalah desa pembuat gula aren, jadi panggelong ini mengandung karbohidrat, kalsium, vit A, vit, B, vit C, zat besi, protein, serat pokoke banyak deh, ahli gizi mungkin lebih tau deh, hehehe….Gimana, tertarik untuk icip-icip…??? ^_^

#Salam Jelajah Gizi, Nutrisi untuk Bangsa
sumber foto : http://www.wartanews.com/lifestyle/33247f42-118c-4944-f564-42e38820a5f1/manis-legit-panggerong-khas-sipirok



Sabtu, 20 Oktober 2012

End...



Akhirnya….
lagi dan lagi,
pertolonganNya kurasakan lagi,
malu rasanya, dengan banyaknya khilaf dan salah,
Dia masih memperhatikanku,
dikala kurasa langkah semakin terseok,
ruuh semakin berontak atas jiwa yang bimbang
di atas gelombang duniawi kudapti diri bagaikan gunung es di samudra nun luas

Hhhh…nafas yang kurasa seolah nafas terakhir,
andai esok ku tiada,
malu rasanya,
malu menjumpai Dia yang selalu merangkulku terlebih dahulu,
aku ada dengan cintaNya,
saat diri terasa bagai dedauanan hijau nan indah,
saat diri serasa bui diantara gelombang dahsyatnya arus,
saat diri akan tenggelam dlm hamparan lautan
Dia mengulurkan tanganNya,
dengan senyuman akan ampunan yang pasti
Allah, terimakasihku atas cinta yang selalu ada
hina diri ini kau lepas dengan keindahan,
semoga bukan keindahan semu

13 November 2011



Tangisan Surga



Menangislah cinta...
Biarkan ia terbang bebas
Melahap luasnya langit
Menantang hamparan bumi yang tak lagi hijau
Hingga ikhlas memelukmu erat

Menangislah cinta…
Bukan salahmu menjadi orang yang terasing
Biarkan hati berteman haru biru
Tak ahsan jika ia tak kenal aroma sendu

Menangislah cinta…
Sirami bumi agar membahasi langit
Agar semua melihat
Agar semua mendengar
Ada kau yang terasing dalam keindahan cinta Tuhanmu
Dalam tangisan yang menyayat kesombongan makhluk….

Cinta,,,
Menangislah, ada Ia yang satu,
He is the one and only ALLAH…..


At KAMMDASU, 19 Juni 2011
Jelang Miladku yang ke 22 dan jelang  MUSKOM 2 KP UMA (2 juli 2011)

Rabu, 18 Januari 2012

Janji Allah kan pasti


*ketika seorang adik meminta nasihat kepada seorang kakak yang pada hakikatnya juga sedang belajar untuk terus menjaga hati, berusaha menjaga kesetiaan untuk seseorang yang entah siapa…
Bismillah...!!!
Ketika kita mencintai, ada senyum yang selalu menghiasi dikala ia tiba-tiba hadir dalam ingatan,
indah…sangat indah, adikku aku paham itu, tapi segerelah beristigfar sebelum bayang-bayang itu jauh masuk menembus tembok bangunan hatimu yang telah kau pagari dengan cinta untuk Rabbmu…
Ketika kita mencintai, ada rasa ingin mengunkapkannya, sesak memenuhi dadamu, seolah ia meronta-ronta memaksamu untuk mengekspresikan cinta, adikku aku tau apa yang kau rasa, tapi coba merenung barang sebentar saja, tarik nafasmu dan rasakan ketenangan atas udara yang Ia berikan. Coba rasakan kembali cinta yang kau rasakan atasnya, adakah ia cinta karena Allah atau cinta yang kau embel2i atas nama Allah sebagai pembenaran atas sikapmu???
Ketika kita mencintai, pikiran kitapun akan terfokus padanya, adikku cobalah untuk jujur terhadap dirimu sendiri, adakah keimananmu bertambah dikala mencintanya? Adakah kau lebih dekat dengan Rabb kita dikala kau mencintanya? Adakah hati merasa tenang dikala mengingatnya?
Adikku, hanya kau dan Tuhanmulah yang seyogyanga lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu, namun adikku ketahuilah bahwasanya hati kecilmu tak kan dapat kau bohongi, bertanyalah pada hati kecil yang Allah titipkan padamu. Hatimu akan tenang dengan sesuatu yang baik dan ia akan gundah dengan sesuatu yang buruk, maka rasakanlah hatimu… maka ia akan menuntunmu…
Adikku, seorang wanita yang memahami arti kesedihan akan memilih lelaki yang dewasa sedangkan wanita yang hanya mengenal kesenangan akan memilih lelaki yang tampan.  Bersabarlah duhai adik, ia akan datang menjemputmu disaat yang tepat dengan keindahan ruuhnya…
Adikku, bila dirimu sekarang sedang menunggu seseorang untuk menjalani kehidupan menuju RidhoNya, bersabarlah dengan keindahan.. demi Allah, dia tidak datang karena ketampanan, kecantikan, kepintaran, ataupun kekayaan. Tapi Allah lah yang menggerakkan. Janganlah tergesa untuk mengekspresikan cinta kepadanya sebelum Allah mengizinkan. Belum tentu yang kau cintai adalah yang terbaik untukmu. Siapakah yang lebih mengetahui melainkan Allah???
Simpanlah segala bentuk ungkapan cinta dan derap hati rapat2, Allah akan menjawabnya dengan lebih indah disaat yang tepat…

Jumat, 13 Januari 2012

Mencintai ia yang mencari sandaran…!!!


Senja itu, alunan ayat Al-Qur’an meriah diperdengarkan dari setiap mesjid di sudut2 kota Medan. Arah jarum penanda bensin di kaca motorku menuju huruf  ‘E’ empty, terpaksa aku dan adikku berhenti di SPBU terdekat, tidak nekat untuk terus kebut mengejar Magrib ke Akbid Helvetia, menghindari mogok di tengah jalan.
Huuufff….meski dibonceng, tapi tetap saja melelahkan, seharian raga ini belum ada diistirahatkan, mataku yang tadinya liar mencari tempat duduk, terpaku akan keberadaanya.
“ Kak liat tuh, Bapak itu ketakutan kali kayaknya, kasian ya….” Adikku mencoba menterjemahkan raut wajah si Bapak petugas SPBU. Aku hanya tersenyum, masih tampak jelas dipandanganku wajah pucat si Bapak, tangannya terlihat gemetar namun coba ia tutupi sambil menghitung lembaran uang yang barusan ia terima. Tebakanku ia takut dipalakin. Lagi-lagi aku tersenyum melihat adegan ini sambil terus mendekatinya, mendekati ia yang ditakuti. Otakku mulai menari-nari mencoba menganalisa sambil menerka, instingku sebagai calon Sarjana Psikologi semakin membuatku penasaran untuk mempelajari dan menghayati gerak dan ekspresinya.
Aaahhhhh, dasar cengeng!!!. Semakin lama kupandangi semakin air mata berlomba untuk keluar ataukah karena aku wanita yang kata orang lebih sering menggunakan hati dan emosinnya ketimbang akalnya??? Tapi apapun itu, it’s me_keturunan Hawa pendamping Adam ^_^.
Yaaahh, air mata itu baru saja hendak menghirup udara di dunia ini ketika adikku dengan tiba-tiba mengejutkanku dengan tegurannya untuk segera naik keboncengan, air mata itupun langsung bersembunyi sebelum ia benar2 keluar.
Di atas motor pikiranku kembali menerawang sambil sesekali menoleh kebelakang berharap ia berada di belakang kami dengan vespa bututnya. Kulit hitam legam sentuhan mentari itupun ia padukan dengan celana jeans ponggol yang sudah kusam, baju tak berlengan, topi lusuh, rambut dengan gelnya, sepatu kets bolong dan tentunya vespa bututnya.
Terlihat ia seperti ingin menunjukkan ekspresi “JAGOAN”, jagoan yang bebas melakukan apapun, jagoan yang ditakuti oleh semua orang, jagoan yang tidak memiliki masalah dan tentunya jagoan yang pemberani. Mungkin ia berhasil mengelabui si Bapak petugas SPBU, tapi tidak bagiku. Dimataku ia tidak lebih dari seonggong jasad yang tak bertuan, raganya ada dihadapanku tapi jiwanya melayang, melayang untuk mencari sesuatu yang ia pun tidak tau apa yang ia cari. Bagiku ia adalah saudara yang butuh sandaran untuk rehat barang sejenak saja. Bisa kukatakan ia tidak mengenal cinta atau ia belum pernah merasakan hangatnya cinta atau pelukan seorang ibu dan tentramnya melihat senyum ibu. Kali ini aku benar-benar yakin, kasian ia yang tak merasakan cintaNya melalui cinta ibu dan keluarga.
Style ala punknya semakin menarik ragaku untuk terus mendekat, kucoba mengambil posisi dan timing yang tepat untuk bisa berinteraksi, sekarang aku benar-benar berada disamping vespa bututnya, memperhatikan ia yang dengan penuh sabar membersihkan debu dari vespanya, kuawasi  mataku untuk terus memperhatikannya, sepertinya ia tidak berani menoleh ke arahku, padahal aku hanya ingin tersenyum untuknya, agar ia tau bahwa masih ada orang yang ‘memanusiakannya’, kuyakin ia butuh itu.
mmmm….sedikit menyesali diri kenapa tidak langsung kusapa saja, kuajak makan sambil ngobrol, karena kulihat dari kantongnya hanya tinggal 2 lembaran uang bergambar Pattimura. Sepertinya ia dan teman2nya kehabisan bekal, kedua temannya bahkan megeluarkan semua isi kantong yang menunjukkan betapa keringnya kantong mereka sekarang.
Pikiranku terus menerawang, dimana mereka tinggal, dimana keluarga mereka, adakah ia telah menemukan sandaran itu? Ingin rasanya kuputar kembali waktu, ingin kukenalkan ia dengan sandaran hatiku, Rabbku. Ingin kukenalkan ia pada dunia yang penuh cinta dan persaudaraan, dunia yang mungkin dalam khayalnyapun tak pernah muncul.
Sekarang aku hanya bisa berdoa untuk keselamatannya. Semoga ia dan teman-temannya menemukan sandaran itu. Semoga suatu saat mereka akan merasakan percikan cinta Tuhan melalui saudara2 mereka. Semoga…..

*episodeindonesiaku2011
Adakah ia mampu untuk mengisi perutnya malam itu???